TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

Kamis, 06 Desember 2018

Manajemen Perpustakaan Sekolah

      
      

Pelayanan Pembaca

         A.    Pelayanan Sirkulasi
Pelayanan sirkulasi adalah kegiatan melayani peminjaman dan pengembalian buku-buku perpustakaan sekolah. Tugas pokok bagian sirkulasi antara lain melayani murid-murid yang akan meminjam buku-buku perpustakaan sekolah, melayani murid-murid yang akan mengembalikan buku-buku yang telah dipinjam dan membuat statistik pengunjung.
             1.      Peminjam buku
Ada dua sistem penyelenggaraan perpustakaan sekolah yang masing-masing berbeda dalam hal proses peminjaman buku-buku. Kedua sistem tersebut adalah sistem terbuka dan sistem tertutup.
a.      Sistem Terbuka (open acces system)
Pada perpustakaan sekolah yang menggunakan sistem terbuka murid diperbolehkan mencari dan mengambil sendiri buku yang dibutuhkan. Jadi pada sistem ini murid boleh masuk ke gudang/ruang buku. Apabila akan pinjam maka buku yang telah ditemukan dibawa ke bagian sirkulasi untuk dicatat seperlunya.
b.      Sistem Tertutup (closed acces system)
Pada perpustakaan sekolah yang menggunakan sistem tertutup murid tidak diperbolehkan mencari dan mengambil sendiri buku yang dibutuhkan. Apabila ingin mencari buku harus melalui petugas. Jadi pada sistem ini murid tidak diperbolehkan masuk ke gudang/ruang buku.

             2.      Pengembalian Buku
Tugas yang kedua bagian sirkulasi adalah melayani murid yang akan mengembalikan buku yang telah dipinjam. Pada setiap perpustakaan ada peraturan tentang lamanya peminjaman buku. Agar pelayanan peminjaman dan pengembalian buku-buku berjalan dengan lancar perlu dipersiapkan kartu anggota, kartu peminjam, dan kartu pesanan.

             3.      Statistik Pengunjung/Peminjam
Tugas yang ketiga bagian sirkulasi adalah membuat statistik  pengunjung dan peminjam untuk mengetahui seberapa jauh pelayanan perpustakaan sekolah. Statistik pengunjung dan peminjam harus dibuat dengan sebaik-baiknya, hasilnya dijadikan dasar pembuatan laporan, dan sebagai dasar dalam membuat perencanaan pengadaan buku.


B. Pelayanan Referensi
         1.      Pelayanan informasi
Pada prinsipnya pelayanan informasi ditujukan untuk memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penunjang perpustakaan sekolah yang membutuhkan keterangan-keterangan dan memberikan petunjuk tentang bahan-bahan tertentu yang tidak mungkin dapat dilayani oleh bagian sirkulasi.
Tugas pelayanan informasi terdiri dari dua faktor yaitu:
a.       Kelengkapan koleksi
Kelengkapan koleksi yang tersedia di perpustakaan sekolah sangat mempengaruhi terhadap pelayanan informasi.
Tentunya tidaklah mungkin guru pustakawan atau petugas mengetahui secara menyeluruh buku-buku mana yang jumlahnya lebih dari satu eksemplar yang bole dipinjam dibawa pulang. Untuk mengatasi hal tersebut caranya adalah memberikan tanda “R” pada label buku (callnumber) pada setiap buku yang jumlahnya hanya satu eksemplar. Tanda “R” berarti koleksi referensi. Dengan demikian apabila ada seorang murid yang akan meminjam buku (akan dibawa pulang) dan ternyata pada label bukunya ada tanda “R” nya, maka jangan diperbolehkan, tetapi hanya diperbolehkan dibaca diruang baca atau ruang referensi.
b.      Kemampuan petugas
Perpustakaan sekolah yang sudah maju khususnya di sekolah menengah dan sekolah tinggi mempunyai tenaga yang cukup banyak, sehingga ada petugas yang menjabat sebagai kepala perpustakaan sekolah, ada yang bertugas di bagian sirkulasi dan bagian referensi.
Selain itu, petugas referensi harus mempunyai sikap yang lemah lembut, sabar, tidak cepat bosan dan putus asa, dan yang lebih penting lagi petugas referensi harus mampu mengadakan ”human relation” dengan penunjang perpustakaan sekolah sehingga penunjang tidak merasa takut minta bantuan kepada petugas referensi, penunjang merasa aman apabila sedang berada dalam perpustakaan sekolah.

         2.      Pelayanan pemberian bimbingan belajar
a.       Pengertian belajar menurut beberapa para ahli
1)      Pengertian belajar menurut William S. Sahakian
Belajar dapat diartikan bahwa belajar itu adalah perubahan yang relatif tetap pada diri seseorang, baik pengetahuannya, sikapnya, kesenangannya, motivasinya, tingkah lakunya, pengalamannya, dan semacay, yang merefleksi pada penampilannya.
2)      Pengertian belajar menurut A. Mansyur Effendi
Dalam bukunya yang berjudul “belajar di perguruan tinggi” menjelaskan bahwa belajar itu merupakan suatu proses yang mengakibatkan beberapa perubahan yang secara relatif tetap dalam perilaku yaitu dalam berpikir, merasa, dan melakukan.

Faktor-faktor yangmempengaruhi keberhasilan belajar yang menuntut gurupustakawan untuk memperhatikan dalam proses pemberian bimbingan belajar:
1)      Faktor internal
a)      Kondisi fisiologis
Berupa keadaan jasmani seperti kesehatan, kemampuan pancainderaterutama penglihatan dan pendengaran yang memegang peranan penting dalam kegiatan belajar.
b)      Kondisi psikologis
Sangat mempengaruhi keberhasilan belajar adalah kecerdasan, minat, bakat, motivasi.
2)      Faktor eksternal
a)      Kesulitan belajar dan pemecahannya
Langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh guru pustakawan dalam memberikan bimbingan belajar kepada murid-murid yang sedang mengalami kesulitan belajar.
·         Kenalilah siapa yang sedang mengalami kesulitan belajar
·         Tentukan sifat dan jenis kesulitannya
·         Mengumpulkan data
Data yang perlu di kumpulkan adalah:
-          Tingkah laku di dalam kelas
-          Riwayat belajar
-          Kemampuan dasar
-          Minat dan sikapnya
-          Masalah pribadi yang sedang dihadapi
·         Analisis data yang telah dikumpulkan sehingga bisa menentukan sebab-sebab timbulnya kesulitan belajar
·         Mencari alternatif pemecahan
·    Memilih satu alternatif yang paling mungkin dapat ditempuh untuk memecahkan kesulitan belajar
·         Melaksanakan alternatif yang telah dipilih pada langkah keenam
·   Setelah melaksanakan alternatif tersebut perlu dilakukan followup untuk mengetahui keberhasilan Bimbingan belajar yang telah dilaksanakan.

C. Tata Tertib Perpustakaan Sekolah
           Masalah-masalah yang harus dicantumkan dalam tata tertib meliputi:
           1.      Sifat dan status perpustakaan sekolah
           2.      Keanggotaan perpustakaan sekolah
           3.      Bahan-bahan pustaka yang tersedia
           4.      Sanksi dan hukuman bagi pelajar
           5.      Iuran bagi setiap anggota
           6.      Sistem penyelenggaraan
           7.      Waktu pelayanan atau jam buka

Pada setiap tata tertib perpustakaan sekolah dicantumkan sanksi-sanksi tertentu bagi pengunjung yang melanggar larangan-larangan atau melakukan sesuatu yang tidak boleh diperbolehkan, antara lain:
1.         Merokok, makan, minum diruang perpustakaan
2.       Membuat gaduh, berbicara keras, menyanyi, tertawa, bersiul, dan bersenda gurau di dalam perpustakaan
3.         Merusak bahan-bahan pustakadan perlengkapan perpustakaan
4.         Mencorat-coret bahan-bahan pustaka, meja, kursi, dan perlengkapan lainnya
5.         Memindahkan letak buku sehingga tidak sesuai dengan sistem penempatan yang berlaku
6.     Membawa keluar buku-buku dari perpustakaan yang sebelumnya tanpa diproses secara administratif
7.         Membuang sampah disembarang tempat
8.    Terlambat mengembalikan buku-buku yang dipinjamnya.


45 komentar:

  1. Artikelnya keren tapi masih ada kekurangan sedikit,silahkan anda cari sendiri kekurangannya

    BalasHapus
  2. Artikelnya sangat bermanfaat😉

    BalasHapus
  3. bisa jadi referensi dalam mata kuliah

    BalasHapus
  4. good job kak insyaallah cepat wisudah

    BalasHapus

Pentingnya Manajemen Dalam Pengelolaan Pendidikan

A. Pendahuluan Bertolak dari asumsi bahwa  life is education and education is life  dalam arti pendidikan sebagai persoalan hidup dan ke...